Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Sawah Pidie Jaya Terdampak Sedimen, Butuh Rp 11 Miliar untuk Pulihkan

16 Februari 2026 21:01

Lahan pertanian di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terdampak parah akibat sedimentasi lumpur pascabanjir. Yayasan Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat (PASKA) Aceh mendesak pemerintah daerah untuk segera memulihkan lahan tersebut, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi bagi mayoritas warga di wilayah tersebut.

Desa Babah Krueng menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan 29 hektar lahan sawah yang tertimbun material lumpur dengan volume mencapai 10.000 meter kubik. Kondisi ini menyebabkan lahan tidak produktif dan memutus sumber pendapatan warga. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengangkat sedimen lumpur dan merevitalisasi lahan tersebut diprediksi mencapai Rp 11 miliar.

Dampak terhadap Ekonomi Lokal

  • Sektor pertanian menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja di Pidie Jaya.
  • Jika sawah tidak segera difungsikan kembali, ancaman kemiskinan di tingkat petani akan semakin nyata.
  • Minimnya mobilisasi alat berat menjadi kendala teknis di lapangan.

Upaya Pemulihan

  • Yayasan PASKA Aceh telah menyurati Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan identifikasi dan pemanfaatan kembali sawah warga.
  • Koordinasi lintas wilayah dengan Ikatan Petani Indonesia (IPI) dan Food Heroes untuk membangun jaringan advokasi hingga ke kementerian terkait.
  • Dorongan agar pemerintah desa mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk mendukung pemulihan skala kecil dan penguatan kapasitas petani.

Harapan ke Depan

Melalui langkah ini, diharapkan Pemerintah Pusat dapat mengucurkan anggaran bantuan melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten dan pengelolaan di tingkat Provinsi Aceh guna menyelamatkan masa depan sektor pangan di Pidie Jaya.

Sawah Pidie Jaya Terdampak Sedimen, Butuh Rp 11 Miliar untuk Pulihkan