News
Camat Usulkan Bus Sekolah untuk Siswa Korban Banjir di Peusangan
3 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Peusangan Siblah Krueng pada akhir November 2025 lalu meninggalkan dampak yang mendalam bagi kehidupan masyarakat, termasuk para siswa. Akses menuju sekolah menjadi terhambat, memaksa siswa untuk menggunakan rakit atau boat ketek setiap hari. Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, ST, mengusulkan bantuan bus sekolah untuk rute Buket Sudan–Desa Kubu dan Pante Lhong, Peusangan, dalam Musrenbang kecamatan yang digelar Kamis (26/2/2026).
Usulan ini muncul setelah Afrizal menyaksikan langsung kesulitan yang dihadapi siswa. Banyak dari mereka harus naik sepeda motor bertiga dan kemudian menggunakan boat ketek untuk mencapai sekolah. Hal ini tidak hanya mengancam keselamatan siswa tetapi juga menyebabkan keterlambatan dalam proses belajar mengajar. Selain bus sekolah, Camat Afrizal juga mengusulkan sejumlah program pemulihan pasca-bencana, termasuk pemeliharaan jalan, rehabilitasi persawahan, dan pendataan rumah korban banjir.
Dampak Banjir terhadap Pendidikan
- Siswa harus naik rakit atau boat ketek untuk mencapai sekolah setiap hari.
- Keterlambatan dan risiko keselamatan menjadi masalah utama bagi siswa dan orang tua.
- Orang tua harus rela berjalan kaki karena sepeda motor digunakan anak-anak untuk ke sekolah.
Usulan Pemulihan Pasca-Bencana
- Bus sekolah untuk rute Buket Sudan–Desa Kubu dan Pante Lhong, Peusangan.
- Pemeliharaan jalan Alue Iet–Pante Karya dan penanganan badan jalan di beberapa gampong.
- Rehabilitasi persawahan seluas 170 hektare yang tertimbun lumpur.
- Pendataan rumah korban banjir yang belum selesai di Gampong Lueng Daneun.
Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST, menekankan pentingnya program yang terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Musrenbang diharapkan dapat menghasilkan solusi adaptif dan tangguh terhadap bencana, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
