Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Emas di Banda Aceh Turun Rp 80 Ribu per Mayam, Warga Aceh Cermati Fluktuasi

5 hari yang lalu

Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan signifikan hingga Rp 80.000 per mayam pada Selasa (24/2/2026). Sementara itu, daerah lain seperti Langsa, Lhokseumawe, dan Bener Meriah mencatat harga yang stagnan atau hanya berfluktuasi tipis. Penurunan ini dipicu oleh dinamika pasar global yang memengaruhi nilai aset lindung nilai di tingkat lokal.

Warga Aceh yang berminat bertransaksi emas dapat memanfaatkan momen ini, meskipun harga saat ini masih relatif tinggi dibandingkan pekan lalu. Di sisi lain, harga emas batangan Antam di Aceh Barat Daya justru mencatat kenaikan tipis, menunjukkan variasi tren di berbagai wilayah.

Pergerakan Harga Emas di Aceh

  • Banda Aceh: Turun Rp 80.000 per mayam, memberikan ruang bagi pembeli di tengah fluktuasi pasar.
  • Aceh Barat Daya: Harga emas murni turun Rp 50.000 per mayam, sementara emas batangan Antam naik tipis.
  • Langsa & Lhokseumawe: Harga stagnan, dengan transaksi didominasi penjualan oleh warga.
  • Bener Meriah & Takengon: Harga stabil, tren transaksi mulai berimbang antara pembeli dan penjual.

Dampak dan Peluang

Fluktuasi harga emas ini mencerminkan ketidakpastian ekonomi global, yang berdampak langsung pada pasar lokal Aceh. Warga yang ingin berinvestasi atau bertransaksi disarankan untuk memantau perkembangan harga secara berkala. Penurunan harga di Banda Aceh bisa menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membeli emas sebagai aset lindung nilai.

Harga Emas di Banda Aceh Turun Rp 80 Ribu per Mayam, Warga Aceh Cermati Fluktuasi
0123456789