News
Harga Emas di Aceh Anjlok, Lhokseumawe Terparah Rp 100.000 per Mayam
3 hari yang lalu
Harga emas di Aceh mengalami penurunan signifikan pada hari kedelapan Ramadan 1447 Hijriah. Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika harga emas dunia dan sentimen ekonomi internasional. Lhokseumawe mencatat penurunan terparah hingga Rp 100.000 per mayam, sementara wilayah lain seperti Langsa dan Takengon juga mengalami penurunan yang bervariasi.
Meskipun harga emas perhiasan di sebagian besar wilayah Aceh melemah, harga emas batangan nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan tipis. Emas produksi UBS naik tipis Rp 1.000 per gram, sementara emas Galeri24 naik Rp 8.000 per gram. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga naik Rp 16.000 per gram menjadi Rp 3.039.000 per gram.
Rincian Harga Emas di Berbagai Wilayah Aceh
- Lhokseumawe: Penurunan harga emas hingga Rp 100.000 per mayam, dengan transaksi lebih banyak warga yang menjual daripada membeli.
- Langsa: Penurunan harga emas sebesar Rp 50.000 per mayam untuk emas perhiasan kadar tinggi.
- Pidie: Harga perhiasan emas masih bertahan kokoh, meskipun daya beli warga lesu dengan dominasi warga yang menjual mencapai 60 persen.
- Takengon: Penurunan harga emas sebesar Rp 10.000 per gram, dipengaruhi oleh kondisi pascabencana yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
- Bener Meriah: Koreksi harga setelah stagnasi selama dua hari, dengan transaksi mulai melandai dan stabil antara penjual dan pembeli.
Dampak Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas ini memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi, meskipun daya beli di beberapa titik dilaporkan masih cenderung lesu. Kondisi ini berbanding terbalik dengan emas batangan nasional yang justru mulai merangkak naik tipis.
