Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Emas di Aceh Stabil Tinggi, Warga Lebih Banyak Jual daripada Beli

3 jam yang lalu

Harga emas di Aceh terpantau stabil di level tinggi pada hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah. Konflik Timur Tengah menjadi pemicu utama kokohnya harga emas di zona tinggi. Warga Aceh lebih banyak menjual emas daripada membeli dalam sepekan terakhir.

Harga emas di berbagai wilayah Aceh bervariasi, dengan Kota Langsa mencatat harga tertinggi di Rp9,5 juta per mayam. Di ibu kota provinsi, harga emas masih bertahan di level tinggi dan stabil di angka Rp9,1 juta per mayam.

Rincian Harga Emas di Aceh

  • Kota Langsa: Harga emas terpantau kokoh bertahan di level tertingginya setelah lonjakan tajam sehari sebelumnya.
  • Banda Aceh: Harga emas masih bertahan di level tinggi dan stabil di angka Rp9,1 juta per mayam.
  • Lhokseumawe: Kondisi pasar emas terpantau stagnan, dengan harga beli emas murni dan London masih sama dengan posisi sebelumnya.
  • Bener Meriah: Harga emas bergerak fluktuatif secara internal, dengan kenaikan pada harga emas London dan koreksi tipis pada emas murni perhiasan.
  • Takengon: Harga emas terpantau stabil setelah kenaikan pada hari sebelumnya, kecuali untuk emas murni yang masih mengalami kenaikan tipis.

Dampak pada Warga Aceh

  • Warga lebih banyak menjual emas daripada membeli dalam sepekan terakhir.
  • Harga emas yang tinggi diprediksi masih akan bertahan selama konflik Timur Tengah belum mereda.
  • Dinamika unik terjadi di Bener Meriah, di mana grafik transaksi mulai melandai meskipun ada penguatan di salah satu jenis emas.

Faktor Pendorong Harga Emas

  • Konflik Timur Tengah menjadi pemicu utama kokohnya harga emas di zona tinggi.
  • Situasi global tetap menjadi faktor penentu harga emas di daerah.
  • Melemahnya harga emas Antam dinilai sebagai koreksi wajar setelah periode kenaikan ekstrem yang terjadi di awal Maret.
Harga Emas di Aceh Stabil Tinggi, Warga Lebih Banyak Jual daripada Beli