News
Harga Emas di Aceh Melonjak ke Rp10,1 Juta per Mayam, Investor Panik
29 Januari 2026 16:39
Harga emas di Aceh melonjak drastis hingga Rp10,1 juta per mayam akibat ketidakpastian geopolitik global. Kota Langsa dan Aceh Barat Daya terpukul paling keras. Investor panik dan berbalik menjual emas untuk meraup keuntungan.
Pasar logam mulia di Aceh benar-benar "menyala" di penghujung Januari 2026. Harga emas di Aceh mencatatkan lonjakan paling ekstrem dalam sejarah, dipicu oleh tensi geopolitik global antara Iran dan Amerika Serikat serta sikap Bank Sentral AS yang menahan suku bunga.
Dampak di Aceh
- Kota Langsa: Harga emas naik dua kali dalam satu hari, mencapai Rp10,1 juta per mayam.
- Aceh Barat Daya (Abdya): Harga emas murni meroket tajam, dipicu fluktuasi harga global.
- Banda Aceh: Harga melesat hingga Rp700.000 per mayam dalam waktu 24 jam.
- Aceh Timur (Idi Rayeuk): Harga emas tak terbendung setelah tren kenaikan dua pekan berturut-turut.
- Pidie: Harga emas melambung tinggi akibat pengaruh geopolitik dunia.
- Aceh Tengah (Takengon): Harga emas memecahkan rekor pertama dalam sejarah.
- Lhokseumawe: Harga emas batangan produksi nasional "mengamuk", mencapai level tertinggi sepanjang masa.
Fenomena Unik
- Di beberapa daerah seperti Lhokseumawe dan Abdya, masyarakat lebih banyak menjual emas untuk meraup keuntungan.
- Di Pidie, daya beli justru dilaporkan sedikit meningkat meskipun harga sedang melambung.
