News
Banjir Langsa Kerusakan Ekonomi Rp 230,4 Miliar, Petani & Nelayan Terkena
13 Februari 2026 17:30
Banjir besar di Kota Langsa telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp 230,4 miliar. Bencana ini memengaruhi berbagai sub-sektor seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, perikanan, pariwisata, perindustrian, pertambangan, koperasi, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerugian dan kerusakan besar terjadi pada sub-sektor pertanian, dengan tanaman seperti padi, jagung, dan sayuran mengalami kerusakan parah hingga gagal panen. Lahan pertanian tergenang air dan terpapar sedimen asam, mengancam kesuburan tanah untuk masa tanam mendatang. Infrastruktur penunjang seperti kilang padi juga terdampak, menyebabkan penurunan hasil produktivitas.
Dampak pada Sektor Pertanian
- Kerusakan tanaman: Padi, jagung, dan sayuran mengalami kerusakan parah hingga gagal panen.
- Lahan tergenang: Banyak lahan pertanian tergenang air dan terpapar sedimen asam.
- Infrastruktur rusak: Kilang padi dan Rice Milling Unit (RMU) milik masyarakat terdampak.
- Pasokan pakan ternak: Kendala pasokan rumput dan pakan segar untuk ternak.
Dampak pada Sektor Perikanan
- Kerusakan tambak: Tanah longsor dan angin kencang merusak tambak ikan air tawar dan asin.
- Komatitas perikanan mati massal: Banyak komoditas perikanan mati di lokasi budidaya.
- Infrastruktur rusak: Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan pasar ikan rusak parah.
- Peralatan rusak: Keramba dan peralatan pendukung rusak atau hilang terbawa arus banjir.
Dampak pada Sektor Peternakan
- Kerusakan kandang: Banyak hewan ternak kehilangan tempat tinggal yang aman.
- Pakan ternak rusak: Pakan ternak seperti pelet terendam air dan rusak.
- Hewan mati atau hilang: Ayam, bebek, sapi, kambing, hingga kerbau mati atau hilang akibat bencana.
Dampak pada Sektor Perkebunan
- Lahan sawit rusak: Lahan sawit seluas lebih dari 10.000 hektare milik PT Perkebunan Regional IV terdampak.
- Infrastruktur rusak: Jalan produksi, jembatan, dan gudang penyimpanan rusak.
- Lahan karet terdampak: Lahan perkebunan karet milik masyarakat juga terdampak.
Dampak pada Sektor Koperasi dan UMKM
- Peralatan produksi rusak: Peralatan produksi, bahan baku, hingga barang jadi rusak.
- Proses distribusi terganggu: Jalan akses ke rumah produksi dan kios rusak.
- Kerugian besar: Mayoritas UMKM tidak memiliki perlindungan asuransi.
- Penundaan produksi: Penundaan produksi dan penjualan memperparah situasi ekonomi.
