News
Danish Autolamp Aceh Masuk 10 Besar Nasional di Beebot Summit Partner 2026
27 Januari 2026 15:31
Danish Autolamp Banda Aceh meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 besar dealer terbaik nasional dalam Beebot Summit Partner 2026 di Bali. Ini menunjukkan bahwa UMKM Aceh dapat bersaing di tingkat nasional dan memberikan inspirasi bagi pemuda-pemudi Aceh.
Ajang tersebut dihadiri oleh 70 dealer Beebot yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam event tersebut, Danish Autolamp mendapat penghargaan setelah masuk dalam 10 besar nasional.
Penghargaan Nasional
- Danish Autolamp Banda Aceh meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 besar dealer terbaik nasional dalam Beebot Summit Partner 2026 di Bali.
- Ini menunjukkan bahwa UMKM Aceh dapat bersaing di tingkat nasional dengan bekerja sesuai SOP yang ditetapkan oleh Beebot.
- Aceh masuk dalam 10 besar dealer terbaik tingkat nasional bersama dealer dari Surabaya, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bekasi, Riau, Kalimantan, Yogyakarta dan Purwokerto.
- Ini bukti bahwa Aceh dapat bersaing di tingkat nasional dengan bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan oleh Beebot.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Kegiatan ini bagian dari memperkuat UMKM Aceh dalam even berskala nasional.
- Acara ini sangat penting untuk memperkuat koneksi dan menambah pengalaman bersama dengan brand-brand ternama lain dari berbagai provinsi.
- Danish ingin terus berkembang dan membuka lowongan kerja sebanyak mungkin bagi pemuda di Aceh.
- Ini juga bagian dari partisipasi bersama membantu pemerintah memberantas pengangguran sehingga banyak anak muda mendapatkan pekerjaan yang layak.
Selama ini, Danish mendapat kepercayaan dari customer di Aceh dan luar Aceh meliputi pemasangan jok mobil, pemasangan lampu mobil, dan pemasangan kaca film mobil. Untuk pemasangan, para pemilik mobil dapat menyambangi showroom atau bengkel Danish di Lampeuneurut dan Lueng Bata. Tepatnya di Jl Soekarno Hatta No 139-140, Aceh Besar dan Jl Tgk Imum Lueng Bata Nomor 37-40, Banda Aceh.
Karena tujuan membuka usaha ini, kata Afi, untuk memberi kesempatan bagi pemuda-pemudi Aceh mengasah skill di Danish. Ini juga bagian dari partisipasi bersama membantu pemerintah memberantas pengangguran sehingga banyak anak muda mendapatkan pekerjaan yang layak.
