News
Danyonkav 11/MSC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Terdampak Bencana di Lhokseumawe
06 Februari 2026 20:17
Komandan Batalyon Kavaleri (Danyonkav) 11/MSC, Letkol Kav Dani, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus membantu pemulihan pascabencana. Dalam sebuah kegiatan sosial, pihaknya menyalurkan bantuan berupa paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut berasal dari Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) dan diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar para siswa yang sempat terganggu akibat bencana.
Bantuan Pendidikan untuk Anak Terdampak Bencana
- Paket perlengkapan sekolah disalurkan oleh Danyonkav 11/MSC.
- Bantuan berasal dari Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav).
- Semangat belajar siswa diharapkan meningkat.
- Kegiatan mendapat sambutan hangat dari sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran TNI bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga berdampak nyata pada pemulihan mental dan emosional anak-anak. Para guru menyampaikan bahwa dukungan moral dan materiil dari TNI menjadi dorongan besar bagi siswa untuk kembali fokus belajar. Sementara itu, masyarakat menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar warga, khususnya pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Danyonkav 11/MSC menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Program ini juga menjadi wujud nyata dari semangat “Kavaleri Kuat – Angkatan Darat Hebat, Jaya di Masa Perang, Berguna di Masa Damai.” Letkol Kav Dani menekankan, bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa menghadapi segala tantangan,” tegasnya.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana dapat kembali bersemangat menuntut ilmu tanpa hambatan. Pemerintah daerah dan masyarakat berharap kegiatan serupa terus berlanjut, sehingga pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga aspek sosial dan pendidikan.
