News
Program Rumah Dhuafa Aceh Tergerus, Hanya 780 Unit dari 2.000 Target
2 jam yang lalu
Program Rumah Dhuafa Aceh dalam APBA 2026 mengalami pemangkasan signifikan. Dari target awal 2.000 unit, jumlahnya kini tersisa 780 unit atau berkurang lebih dari separuh. Pengurangan ini dinilai menunjukkan lemahnya keberpihakan anggaran terhadap masyarakat miskin, khususnya warga yang belum memiliki rumah layak huni.
Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar, menyebut bahwa pengurangan ini terjadi dalam proses penganggaran internal daerah. Ia juga mengkritik kebijakan pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) yang mencapai lebih dari Rp 100 miliar.
Dampak Pemangkasan Program Rumah Dhuafa
- Pengurangan signifikan: Dari 2.000 unit menjadi 780 unit.
- Pola serupa pada 2025: Sekitar 500 unit batal dibangun karena alih alokasi anggaran.
- Dampak ekonomi: Pemangkasan TPP ASN berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi pegawai dan kinerja pelayanan publik.
Kritikan terhadap Kebijakan Anggaran
- Lemahnya keberpihakan: Program Rumah Dhuafa selalu jadi sasaran pemangkasan.
- Alih alokasi anggaran: Anggaran dialihkan ke pos lain yang dinilai tidak mendesak.
- Dampak jangka panjang: Kebijakan ini berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat miskin di Aceh.
