News
Nilam Aceh Naik Kelas: Inovasi ARC USK Ubah Minyak Hitam Jadi Parfum Internasional
2 hari yang lalu
Berawal dari keinginan berkontribusi bagi daerah, Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Muhammad Saifullah, mengembangkan inovasi hilirisasi nilam hingga mampu menghasilkan minyak nilam grade parfum dan skincare berstandar internasional. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas minyak nilam Aceh, tetapi juga kesejahteraan petani dan pelaku UMKM lokal.
ARC USK berhasil mengubah minyak nilam berwarna hitam menjadi produk parfum dan skincare berkualitas tinggi melalui teknologi molecular distillation. Teknologi ini memisahkan komponen cair berdasarkan perbedaan berat molekul pada tekanan vakum tinggi dan suhu rendah, menghasilkan minyak nilam yang aman untuk kulit dan setara dengan produk Eropa.
Dampak Ekonomi dan Sosial
- Kenaikan Harga Nilam: Harga nilam meningkat dari Rp350 ribu menjadi Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta per kilogram, tergantung kualitas.
- Peningkatan Ekspor: Aceh kini mengekspor 300–350 ton nilam per tahun, meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya 50–150 ton.
- Peluang UMKM: ARC USK mendampingi 38 UMKM dan petani nilam di 18 kabupaten di Aceh.
- Pengakuan Nasional: ARC USK ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Perguruan Tinggi bidang nilam oleh kementerian terkait.
Inovasi dan Pengembangan
- Produk Unggulan: ARC USK memproduksi patchouli crystal, kristal nilam hasil pemurnian patchouli alcohol, dan mengembangkan parfum siap pakai yang terjual habis dalam pameran di Pekanbaru.
- Koperasi Inovasi: Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) dinobatkan sebagai koperasi produsen terbaik di Aceh dalam satu tahun.
- Startup Skincare: BIONA, startup skincare berbasis nilam, meraih juara pertama tingkat nasional dari ratusan startup dan dibina oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Visi Masa Depan
Saifullah menggagas Banda Aceh sebagai Kota Parfum, berbasis sejarah perdagangan nilam, riset, sumber daya manusia, dan kekayaan flora aromatik lokal. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, Banda Aceh akan memiliki festival internasional parfum, taman tematik, hingga ikon kota bertema parfum. Upaya ini juga diperkuat melalui kerja sama pelatihan dan penguatan UMKM bersama International Labour Organization (ILO).
