News
Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Warga Lhoknga Hemat Rp28 Juta per Bulan
2 jam yang lalu
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) berhasil mengubah sampah kelapa menjadi solusi ekonomi dan lingkungan di Lhoknga, Aceh Besar. Melalui program Sakeladera, perusahaan mengolah 60 ton sampah kelapa per bulan menjadi cocopeat, alternatif pakan ternak yang menghemat biaya warga hingga Rp28 juta per bulan.
Program ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
- Penghematan biaya pakan ternak hingga 60%, dari Rp48 juta menjadi Rp20 juta per bulan.
- Penurunan emisi karbon sebesar 34,8 ton CO₂ per bulan dari sampah kelapa yang dibakar atau dibiarkan membusuk.
- Rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, artinya setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.
- Pengurangan timbulan sampah kelapa menjadi 20–24 ton per bulan.
Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Cocopeat telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri untuk kandungan kalsium dan protein.
- SBA memberikan pendampingan berkelanjutan, sarana produksi, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
- Program ini mendukung ekonomi sirkular dan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Teknologi Ramah Lingkungan
- Penggunaan burner rendah emisi menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang tahun 2025.
- Pemanfaatan bahan bakar alternatif (alternative fuel/AF) dari limbah seperti oli bekas hingga 100%, berpotensi menurunkan penggunaan batu bara hingga 40%.
- Inovasi lain termasuk daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara dan pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan MCK.
