News
Darwati A Gani Dorong Warga Aceh Kuatkan Pangan Lokal Hadapi Ancaman Global
4 jam yang lalu
Di tengah ketidakpastian global yang mengancam rantai pasok pangan, Darwati A Gani, Anggota DPD RI, mengajak masyarakat Aceh untuk memperkuat pangan lokal. Ajakan ini disampaikan selama kunjungannya ke Rumoh Pangan Aceh (RPA) di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, yang memproduksi tempe berbahan kacang koro pedang sebagai alternatif pengganti kedelai impor.
Indonesia masih mengimpor sekitar 3,2 juta ton kedelai per tahun, sementara kebutuhan kedelai di Aceh mencapai 6.000 ton per tahun. Ketergantungan ini menjadi risiko ketika gejolak global atau bencana lokal seperti banjir dan longsor mengganggu distribusi pangan.
**Mengapa Pangan Lokal Penting?
- Ketahanan Pangan: Pengalaman banjir dan longsor di Aceh menunjukkan pentingnya memiliki sumber pangan lokal saat distribusi terganggu.
- Pengurangan Impor: Kacang koro pedang dikembangkan sebagai alternatif kedelai impor untuk mengurangi ketergantungan.
- Pemberdayaan Masyarakat: Rumoh Pangan Aceh memberdayakan perempuan melalui rumah produksi tempe di tingkat desa.
- Kolaborasi: Diperlukan kerjasama antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan untuk membangun kemandirian pangan Aceh.
Darwati menekankan bahwa penguatan pangan lokal harus menjadi gerakan bersama untuk menghadapi ketidakpastian global dan memperkuat ketahanan daerah dari pengalaman krisis yang pernah terjadi.
