News
Data Rumah Rusak Banjir Rhieng Blang Diserahkan ke Bappeda Pidie Jaya
29 Januari 2026 11:24
Data rumah rusak akibat banjir bandang di Gampong Rhieng Blang, Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya, telah dinyatakan final. Penyerahan data rumah rusak dilakukan oleh Keuchik Rhieng Blang, Ns Yusrizal SKep, kepada admin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya di kantor tersebut, Selasa (27/1/2026).
Data rumah rusak tersebut akan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keuchik Rhieng Blang, Ns Yusrizal, SKep, menyatakan bahwa data rumah rusak di Rhieng Blang telah diserahkan secara langsung kepada Bappeda sebagai pintu resmi pengiriman ke BNPB. Penyerahan itu sebagai langkah akhir dari tugas verifikasi tim di lapangan.
Proses Verifikasi
Tim yang melakukan verifikasi terhadap rumah rusak di Rhieng Blang, dengan ketua tim Ibrahim, ST MPd dan Fauzi ST, didampingi Babinsa, Sertu Mahyuddin dan Serda Hendri Sagita. Selain itu, didampingi Babinkantibmas Ipda Hasanuddin dan Briptu Mukhlis.
Tim telah bekerja secara maksimal, yang dibantu penuh oleh seluruh perangkat Desa dan Tuha Peut atau BPD Rhieng Blang. Proses serah terima data sebagai bagian dari skala besar yang dikoordinir Pemkab Pidie Jaya di bawah komando Bupati Pidie Jaya, Sibral Malaysia.
Hasil Verifikasi
Dengan diserahkan data tersebut melalui jalur resmi, hendaknya segera dijadikan dokumen final yang menjadi acuan BNPB dan Pemkab. Sehingga bisa segera menyalurkan bantuan pemulihan bagi warga yang terkena dampak banjir bandang.
Menurutnya, masyarakat Gampong Rhieng Blang menantikan tindak lanjut, berupa bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah. Pembangunan rumah bantuan itu tepat jenis, tepat sasaran dan tepat waktu berdasarkan data valid yang telah diverifikasi.
Ketua Tim Verikasi, Ibrahim ST MPd, mengatakan, tim bekerja dibagi dua, untuk mempercepat dan memastikan data yang diperoleh betul-betuk akurat. Saat ini, semua tugas lapangan yang dilakukan tim telah selesaikan dilaksanakan.
Artinya, data rumah rusak telah berhasil kita rampungkan, sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Hasil rekapitulasi menunjukkan, bahwa dari total 233 rumah yang terdampak, terdapat enam unit dengan kerusakan berat. Lalu, 169 unit rusak sedang dan 58 unit rusak ringan.
Angka itu diperoleh berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara tim verifikasi, pemerintah desa dan perwakilan masyarakat.
