News
Daya Beli Warga Aceh Tamiang Lemah, Harga Pangan Tak Stabil Pasca Banjir
4 jam yang lalu
Harga kebutuhan pokok di Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, bergerak tidak stabil pada pekan kedua Ramadan. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang belum pulih setelah banjir bandang. Aktivitas jual beli di pasar terlihat lesu, dengan pembeli datang dalam jumlah terbatas.
Pedagang sembako, Faisal, mengatakan harga beberapa komoditas utama masih relatif tinggi. Beras premium dijual sekitar Rp230.000 per sak (15 kg), gula pasir Rp19.000 per kg, dan minyak goreng curah Rp20.000 per kg. Sementara itu, harga cabai mengalami penurunan, dengan cabai merah Rp28.000 per kg dan cabai hijau Rp20.000 per kg.
Dampak Banjir terhadap Ekonomi
- Daya beli masyarakat masih lemah akibat dampak ekonomi banjir.
- Warga memprioritaskan perbaikan rumah dan kebutuhan dasar lainnya.
- Transaksi di pasar belum kembali normal meski pasokan tersedia.
Janji Pemerintah yang Belum Terwujud
- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, meninjau pasar pada 5 Februari 2026.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga mengunjungi lokasi pada 9 Februari 2026.
- Pedagang mengungkapkan bahwa janji pemulihan ekonomi belum terwujud.
Kondisi Pasar Saat Ini
- Harga komoditas protein seperti telur ayam ras Rp52.000 per lempeng dan telur puyuh Rp48.000 per lempeng.
- Tepung terigu berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp12.000 per kg.
- Harga cabai biasanya turun saat bulan puasa, sesuai pola tahunan.
