News
PAN Aceh Konsolidasikan Iswahyudi sebagai Ketua Bireuen, Siapkan Strategi 2029
16 Februari 2026 17:06
Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, resmi menunjuk Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bireuen periode 2026–2030. Penunjukan ini bukan sekadar rotasi kepengurusan, melainkan sinyal kuat bahwa PAN Aceh tengah menyiapkan konsolidasi serius menjelang kontestasi politik 2029. Dek Gam dinilai memainkan strategi menghadirkan “figur populer” untuk mendongkrak elektabilitas partai di wilayah yang pernah menjadi basis suara potensial PAN pada awal era reformasi.
Dalam struktur kepengurusan baru, Edi Supriadi dipercaya sebagai Sekretaris, sementara posisi Bendahara diisi Suriya Yunus, anggota DPRK Bireuen yang dinilai memiliki pengalaman politik dan jaringan legislatif yang matang. Komposisi ini memadukan energi baru dan pengalaman struktural.
Konsolidasi Total
Iswahyudi yang dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola Aceh menegaskan, kepemimpinannya tidak berhenti pada seremonial pelantikan. Ia menargetkan konsolidasi total di 17 kecamatan hingga ke tingkat ranting—level yang selama ini kerap menjadi titik lemah partai dalam menjaga militansi kader.
“Kami tidak ingin PAN hanya hidup saat pemilu. Mesin partai harus menyala setiap hari sampai ke akar rumput. Konsolidasi hingga ranting adalah harga mati,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).
Strategi Regenerasi
Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun kembali infrastruktur politik PAN di Bireuen yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang agresif. Dengan latar belakang manajerial di dunia olahraga, Iswahyudi diharapkan membawa pendekatan profesional dan disiplin organisasi ke dalam tubuh partai.
Fungsionaris senior PAN, Munzir Mustafa, menyebut regenerasi ini sebagai momentum penting. Menurutnya, partai berlambang matahari itu membutuhkan figur muda yang mampu menjembatani pemilih tradisional dengan generasi baru.
“Regenerasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini tentang arah baru. Di bawah kepemimpinan yang energik, PAN Bireuen punya peluang besar kembali bersinar,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan
Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. PAN Bireuen harus bersaing dengan partai-partai lokal Aceh yang memiliki akar ideologis kuat serta jaringan kultural yang mengakar. Tanpa konsolidasi nyata dan kerja politik terukur, ambisi kebangkitan bisa terhenti pada tataran wacana.
Penunjukan Iswahyudi juga memperlihatkan langkah Dek Gam memperkuat basis internal PAN Aceh dengan figur loyal yang memiliki daya tarik publik. Jika strategi ini berhasil, Bireuen berpotensi menjadi salah satu lumbung suara penting bagi PAN di Aceh pada pemilu mendatang.
