News
Kak Na dan Istri Mendagri Tempuh Medan Sulit Kirim Bantuan ke Sah Raja Aceh Timur
25 Januari 2026 23:44
Kak Na, Ketua TP PKK Aceh, dan Istri Mendagri Tri Tito Karnavian menembus medan sulit untuk menyalurkan bantuan ke Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Desa tersebut terdampak banjir pada November 2025, yang menyebabkan akses menuju desa putus total dan banyak warga mengungsi.
Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah, dengan kondisi jalan yang berat dan medan yang sulit. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Kak Na dan rombongan untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Kondisi Gampong Sah Raja
- Akses menuju desa masih sulit dilalui pascabencana.
- Banyak warga mengungsi akibat banjir dan tanah longsor.
- Material lumpur tebal dan kayu gelondongan menyelimuti desa.
Bantuan yang Diberikan
- Kasur, kompor gas satu tungku, sarung, Al-Qur’an, ijazah, tas, dan alat tulis.
- Biskuit dan susu untuk anak-anak yang mengikuti pengajian.
- Sarung untuk kaum ibu dan bapak.
Harapan dan Dukungan
Kak Na dan Tri Tito Karnavian menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana. Mereka berharap masyarakat tetap bersabar dan pemerintah terus berupaya melakukan penanganan dan rekonstruksi pascabencana.
"Kami berharap masyarakat tetap bersabar, Insya Allah akan selalu ada hikmah di balik bencana. Saat ini, pemerintah di semua tingkatan terus berupaya melakukan upaya penanganan dan pembenahan pasca bencana." - Kak Na
"Tentu ada hikmah dibalik semua yang telah Allah takdirkan, kami berharap masyarakat tetap bersabar dalam menghadapi musibah ini. Saat ini Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan dan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana." - Tri Tito Karnavian
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati. Mereka turut memberikan dukungan dan bantuan kepada warga Gampong Sah Raja.
Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025, akses menuju Gampong Sah Raja putus total. Material lumpur tebal, kayu, hingga badan jalan yang tergerus aliran sungai membuat jalan ke desa tersebut tidak bisa dilewati. Bahkan, hingga saat ini akses ke desa tersebut belum pulih total dan masih sulit dilalui.
