News
Kasatgas Tito Minta Dukungan Spiritual Ulama untuk Korban Bencana Aceh
10 Februari 2026 22:27
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya penguatan spiritual bagi korban bencana di Aceh. Kehadiran ulama dinilai sangat penting untuk menguatkan mental dan spiritual para korban.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri forum Silaturahmi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dengan Ulama Aceh di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (10/2/2026).
Dukungan Spiritual dari Ulama
Tito menekankan bahwa peran ulama sangat dibutuhkan seiring upaya pemerintah memulihkan infrastruktur dan aktivitas perekonomian masyarakat pascabencana. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk bekerja secara menyeluruh dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Komitmen Pemerintah Pusat
Sejak hari pertama bencana, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan seluruh unsur pemerintah, termasuk menteri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), untuk bergerak cepat ke daerah terdampak. Berdasarkan pemetaan pemerintah, terdapat 52 daerah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar, dengan Aceh menjadi wilayah yang terdampak cukup parah.
Alokasi Tugas Pemerintah
Pemerintah pusat membagi tugas lintas kementerian dan lembaga dalam pemulihan pascabencana. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani perbaikan infrastruktur, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian UMKM fokus menghidupkan kembali pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat, sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan.
Forum Silaturahmi
Forum silaturahmi tersebut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, A M Akbar Supratman, serta jajaran pimpinan MPR RI. Hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh dan Pimpinan Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah Faisal Ali, Rais Syuriah PWNU Aceh Muhammad Nuruzzahri, serta sejumlah tokoh terkait lainnya.
