News
Aceh Kirim 45 Ribu Barel Kondensat via Pangkalan Susu di Tengah Gejolak Energi Global
5 jam yang lalu
Di tengah ketidakpastian pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah, Aceh mencatatkan capaian strategis dengan pengapalan perdana kondensat dari Blok A melalui Terminal PT Pertamina EP Zona I Pangkalan Susu Field. Kegiatan lifting yang berlangsung pada 31 Maret hingga 1 April 2026 ini mencatatkan volume sebesar 45.508,63 barel, menandai pulihnya operasional pasca rentetan bencana alam.
Kepala Divisi Operasi Produksi Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), Ibnu Hafizh, menyatakan bahwa pengapalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah krusial setelah wilayah kerja di Aceh terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Terminal Pangkalan Susu menjadi jalur alternatif utama setelah gangguan operasional akibat insiden kebakaran tangki F-2101 di Terminal Arun.
Keberhasilan Pengapalan Kondensat
- Volume pengapalan: 45.508,63 barel kondensat dari Blok A.
- Terminal alternatif: Pengapalan melalui Terminal PT Pertamina EP Zona I Pangkalan Susu Field.
- Skema kerjasama: Facility Sharing Agreement (FSA) antara Pertamina EP Pangkalan Susu dan Medco E&P Malaka.
- Dampak bencana: Pulihnya operasional pasca bencana banjir dan tanah longsor.
Ketahanan Energi Aceh
Deputi Operasi BPMA, Muhammad Mulyawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan tim lapangan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa industri hulu migas Aceh mampu beradaptasi dengan cepat di tengah berbagai tantangan, mulai dari kendala fasilitas hingga dinamika global. Keberlanjutan produksi dan pengapalan dari dalam negeri kini menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.
