Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Bencana di 18 Wilayah Aceh Tekan Ekonomi, BI Pacu Pemulihan 2026

21 Januari 2026 16:52

Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh sepanjang 2025 telah memberikan tekanan berat pada stabilitas ekonomi daerah. Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada tahun 2026.

Menurut Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, bencana alam yang merusak lahan pertanian dan memutus jalur distribusi menjadi faktor utama melambatnya pertumbuhan ekonomi Aceh. Dampak fisik yang sangat besar tercatat dengan 148.339 rumah rusak, 56.652 hektare sawah terdampak, serta 468 jembatan terputus yang memengaruhi kehidupan lebih dari 2,5 juta orang.

Dampak Ekonomi

  • Pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 diprediksi tumbuh pada kisaran 3,50–4,40 persen (yoy), di bawah pertumbuhan ekonomi Nasional yang mencapai 5,04 persen dan wilayah Sumatera sebesar 4,90 persen pada triwulan III 2025.
  • Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat mengalami kontraksi sebesar -1,51 % (yoy) pada triwulan IV 2025.
  • Inflasi Aceh menyentuh angka 6,71 % (yoy) pada Desember 2025 akibat terputusnya akses logistik.

Langkah Pemulihan

  • BI Aceh berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di lokasi bencana dan memberikan keringanan atau relaksasi pembayaran kepada masyarakat terdampak.
  • Intervensi distribusi pangan (FDP) secara masif dilakukan, dengan total 36 ton telur dan 40 ton minyak goreng disalurkan selama Desember 2025.
  • Fokus pada tahun 2026 adalah mengakselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta memberikan capacity building bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas di daerah terdampak.

Dengan strategi ini, BI Aceh optimis ekonomi akan berangsur pulih ke level 3,60 % –4,50 % (yoy) pada tahun 2026.

Dampak Jangka Panjang

  • Pemulihan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
  • Sinergi dengan pemerintah daerah dan kebijakan afirmatif dari perbankan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan.
  • Capacity building bagi petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di Aceh.
Bencana di 18 Wilayah Aceh Tekan Ekonomi, BI Pacu Pemulihan 2026
0123456789