Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Anak Korban Banjir Aceh Tamiang Menangis Haru Saat Dijenguk Relawan Psikososial

3 jam yang lalu

Anak-anak penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menangis haru saat dikunjungi tim kolaborasi relawan psikososial. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Kampung Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, sebagai upaya awal memulihkan kondisi mental anak-anak pascabencana.

Relawan dari Forum Konservasi Leuser, Ruang Baca (Langsa), serta psikolog dari Universitas Prima Indonesia (Medan) dan Universitas Medan Area (Medan) memberikan layanan dukungan psikososial kepada puluhan anak korban banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025.

Kondisi Psikologis Anak-anak

  • Anak-anak mengalami gangguan seperti mimpi buruk hingga berteriak di malam hari.
  • Relawan menggunakan pendekatan ringan melalui permainan dan interaksi sederhana agar anak-anak merasa nyaman.
  • Fokus kegiatan dilakukan secara bertahap, tanpa langsung menggali pengalaman traumatis yang mereka alami.

Program Berkelanjutan

  • Program ini tidak bersifat sesaat dan dirancang berkelanjutan.
  • Kegiatan psikososial akan menjangkau lima kampung di Aceh Tamiang.
  • Tujuannya adalah membangun ketahanan mental anak dan remaja agar lebih siap menghadapi situasi krisis di masa mendatang.

Tantangan dan Harapan

  • Tantangan utama terletak pada konsistensi kehadiran peserta.
  • Relawan berharap anak-anak yang hadir pada hari pertama dapat terus mengikuti sesi berikutnya agar proses pemulihan berjalan optimal.
  • Remaja tingkat SMP dan SMA didorong menjadi penggerak dan pendamping bagi anak-anak yang lebih kecil.

Kesaksian Anak-anak

  • Salah satu siswa SD terdampak banjir, Rizka Zahira, mengaku senang dengan kehadiran para relawan.
  • Rizka berharap kampungnya segera kembali seperti semula.
  • Temannya, Halim, meluapkan kebahagiaan dengan tangisan yang semakin kencang saat berada dalam pelukan para relawan.
Anak Korban Banjir Aceh Tamiang Menangis Haru Saat Dijenguk Relawan Psikososial