News
Warga Sahraja Aceh Timur Minta Huntara dan Tenda Sekolah Segera Dibangun
22 Januari 2026 20:03
Warga Dusun Sarahgala, Desa Sahraja, Kabupaten Aceh Timur, meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian agar hunian sementara (Huntara) segera dibangun. Hingga saat ini, masyarakat desa masih tinggal di tenda pengungsian yang dibagi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bagi para pengungsi, hidup di bawah terpal bukanlah pilihan, melainkan keterpaksaan. Jelamat, salah satu warga yang mengungsi bersama empat anggota keluarganya, mengungkapkan keluh kesahnya selama dua bulan hidup di pengungsian. "Kami sudah tinggal di tenda selama dua bulan terakhir. Sampai saat ini belum ada kejelasan soal Hunian Sementara (Huntara)," ujar Jelamat.
Kondisi Warga dan Permintaan
- 812 jiwa dari 233 Kepala Keluarga (KK) di empat dusun (Sahraja, Sarah Gala, Puring, dan HTI) terdampak banjir bandang.
- Warga bergantung pada bantuan dan kebijakan pemulihan dari pemerintah daerah maupun pusat.
- 96 murid SDN Sarahgala belajar di ruang terbuka dan di bawah tenda karena bangunan sekolah rusak.
- Guru dan murid meminta penambahan tenda belajar dan bantuan alat tulis.
Respon Pemerintah
Mendagri Tito Karnavian menyetujui permintaan warga dan akan memerintahkan Bupati dan Dinas Pendidikan untuk menambahkan tenda belajar dan bantuan alat tulis. Pembangunan Huntara juga sedang dalam proses pendataan dan pemetaan lokasi.
"Para korban, ibu-ibu, guru, dan masyarakat meminta beberapa hal agar disegerakan, seperti Huntara dan penambahan tenda belajar. Kami sanggupi dan akan segera direalisasikan," tutur Tito saat kunjungan ke lokasi banjir di Desa Sahraja.
Dalam kunjungan tersebut, Mendagri Tito Karnavian didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.
Kondisi ini mempengaruhi kehidupan dan pendidikan warga setempat, yang masih berjuang untuk pulih dari dampak banjir bandang yang melanda daerah mereka.
Dengan adanya komitmen dari pemerintah, diharapkan warga Sahraja dapat segera mendapatkan hunian yang layak dan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman.
