News
Dinas Peternakan Aceh Strategi Stabilkan Harga Ayam dan Telur
2 jam yang lalu
Dinas Peternakan Aceh menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga daging ayam ras dan telur di Provinsi Aceh. Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi pangan dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan lokal.
Komitmen ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Dinas Peternakan Aceh, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, serta perwakilan dari perusahaan perunggasan, peternak, pedagang, dan organisasi profesi.
Langkah Strategis Dinas Peternakan Aceh
-
Pembinaan dan Dukungan Pelaku Usaha: Pemerintah Aceh berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan peternak, memfasilitasi akses pembiayaan, dan mendorong pembangunan pabrik pakan di Aceh.
-
Peningkatan Produksi DOC: Direncanakan peningkatan produksi DOC (day old chick) hingga 20 persen pada tahun 2026 untuk menjaga keseimbangan pasokan.
-
Modernisasi Sistem Kandang: Sebagian besar kandang mitra telah beralih ke sistem tertutup (close house) untuk meningkatkan efisiensi dan menekan risiko kematian ternak.
-
Kemandirian Pakan: Pemerintah menyoroti pentingnya produksi pakan lokal untuk menekan biaya produksi.
Tantangan dan Harapan Peternak
-
Gangguan Listrik: Gangguan listrik dinilai berpotensi memicu kematian ayam secara massal yang berdampak langsung terhadap pasokan dan harga di pasar.
-
Dukungan Perbankan: Peternak berharap dukungan dari sektor perbankan agar lebih terbuka dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor perunggasan, baik melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun fasilitas pembiayaan lainnya.
-
Pembinaan dan Pendampingan: Peternak berharap ada peningkatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pendampingan usaha agar usaha yang dijalankan lebih berkelanjutan.
Tindak Lanjut
Dinas Peternakan Aceh bersama para pemangku kepentingan sepakat memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit unggas seperti flu burung, serta mendorong pelaporan rutin kesehatan ternak. Pemerintah juga akan membuka kanal pengaduan bagi peternak serta menggelar pertemuan berkala dan pasar pangan asal hewan sebagai instrumen pengendalian harga di Aceh.
