News
Dinkes Aceh Tamiang Fogging untuk Mencegah DBD dan Malaria Pasca Banjir
07 Februari 2026 17:15
Dinkes Aceh Tamiang kembali melanjutkan program fogging atau pengasapan larvasida secara generalisasi ke pemukiman penduduk untuk mencegah timbulnya kasus DBD dan malaria. Ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap peningkatan populasi nyamuk pascabencana banjir di 12 kecamatan.
Kepala Dinkes Aceh Tamiang, Mustaqim, mengatakan bahwa kegiatan fogging kali ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Binjai, Sumatera Utara, Balai Karantina Kesehatan Lhokseumawe, dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI. Sejauh ini, fogging telah dilakukan di sembilan kecamatan, dengan tiga kecamatan pesisir yang akan disusul secara simultan.
Kegiatan Fogging di Aceh Tamiang
- Kegiatan fogging dilakukan di sembilan kecamatan: Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, Tamiang Hulu, Tenggulun (Simpang Kiri), Kejuruan Muda, Bandar Pusaka, Manyak Payed, dan Sekerak.
- Tiga kecamatan pesisir yang akan disusul: Kecamatan Seruway, Bendahara, dan Banda Mulia.
- Tujuan utama: Mencegah larvasida di gorong-gorong atau selokan dengan penggunaan abate di bak air, serta tempat yang tergenang.
- Kegiatan bertahap dan simultan: Terutama di wilayah dengan resiko endemi kasus DBD atau malaria.
Pencegahan DBD dan Malaria
- Kasus suspek: Dinkes Aceh Tamiang mencatat ada 14 kasus suspek DBD, dengan sembilan diantaranya sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
- Pemberian abate: Proses pemberian abate akan dilakukan di Puskesmas untuk seluruh sumur atau tempat air yang tergenang di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.
- Gotong royong: Mustaqim mengingatkan bahwa peningkatan populasi nyamuk akan terus terjadi, sehingga gotong royong menjaga kebersihan lingkungan sangat penting.
- Aksi 3M: Mengubur barang bekas, menguras bak air rutin, dan menutup wadah atau tempat air guna mencegah nyamuk bertelur.
