News
Anak Aceh Tamiang Jadi Peminta-minta Pasca Banjir, Dinsos Ungkap Penyebabnya
8 jam yang lalu
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang mendalam, terutama bagi anak-anak. Banyak sekolah terendam lumpur tebal, menghentikan aktivitas pendidikan dan meninggalkan anak-anak tanpa kegiatan yang terarah. Kondisi ini mendorong mereka turun ke jalan dan menjadi peminta-minta, sebuah fenomena yang mengkhawatirkan bagi masa depan generasi muda Aceh.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh, Isnandar, menjelaskan bahwa selain terhentinya pendidikan, kebiasaan menerima bantuan dari masyarakat juga memperburuk situasi. Anak-anak menjadi terbiasa dengan bantuan langsung, yang dianggap lebih mudah daripada kembali ke rutinitas belajar.
Dampak Banjir terhadap Pendidikan
- Sekolah terendam lumpur tebal, membuat anak-anak kehilangan tempat belajar.
- Kegiatan pendidikan terhenti, meninggalkan anak-anak tanpa aktivitas utama.
- Waktu luang tidak terarah, mendorong anak-anak turun ke jalan.
Upaya Penanganan oleh Dinsos
- Layanan dukungan psikososial di sejumlah titik terdampak.
- Kegiatan edukatif dan rekreatif, seperti menggambar dan permainan anak.
- Pembelajaran darurat untuk mengisi kekosongan aktivitas pendidikan.
Kendala dan Harapan ke Depan
- Keterbatasan anggaran dan SDM menghambat pelaksanaan program secara optimal.
- Pelatihan SDM diperlukan untuk memperkuat kapasitas daerah.
- Harapan untuk intervensi berkelanjutan, agar anak-anak dapat kembali fokus pada kegiatan belajar dan tidak lagi turun ke jalan untuk meminta-minta.
