Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Disbunnak Aceh Utara Perketat Pengawasan Ternak Jelang Meugang

13 Februari 2026 21:29

Menjelang tradisi Meugang di Aceh Utara, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) memperketat pengawasan terhadap hewan ternak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan bebas dari penyakit menular.

Meugang, tradisi khas Aceh menjelang Ramadhan dan hari besar Islam lainnya, selalu identik dengan meningkatnya permintaan daging sapi. Kondisi ini membuat volume pemotongan hewan melonjak tajam, sehingga pengawasan kesehatan ternak menjadi krusial.

Pengawasan Ternak

  • Petugas Puskeswan diturunkan untuk memantau sapi yang akan dipotong.
  • Mereka mendata asal ternak dari pemilik atau pedagang, sekaligus memeriksa riwayat kesehatan hewan sebelum masuk ke lokasi pemotongan.
  • Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ante mortem (sebelum pemotongan) hingga post mortem (setelah penyembelihan).
  • Daging sehat ditandai dengan warna merah cerah, tekstur kenyal, aroma segar, serta permukaan kering tanpa lendir.
  • Jika ditemukan kelainan, bagian tersebut akan diafkir sesuai prosedur kesehatan hewan.

Pemeriksaan Ante Mortem

  • Pemeriksaan ante mortem sangat penting untuk mendeteksi dini kemungkinan penyakit pada ternak sebelum dipotong.
  • Ini bagian dari upaya pencegahan agar daging yang beredar benar-benar aman.

Dengan pengawasan yang diperketat, tradisi Meugang di Aceh Utara diharapkan tetap berlangsung khidmat dan aman. Masyarakat pun dapat menikmati daging yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Langkah ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta melestarikan tradisi Meugang sebagai bagian dari identitas budaya Aceh.

Disbunnak Aceh Utara Perketat Pengawasan Ternak Jelang Meugang
0123456789