News
Distanbun Aceh Evaluasi Target Produksi Padi Pasca Banjir Bandang
10 Februari 2026 18:01
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mengevaluasi target produksi padi untuk 2026 setelah banjir bandang merusak puluhan ribu hektare sawah di Aceh. Banjir yang terjadi akhir November 2025 telah merusak sawah secara luas, mempengaruhi target produksi padi yang awalnya ditetapkan pada September-Oktober 2025.
Target produksi padi 2026 awalnya ditetapkan mencapai 1,8 juta ton gabah kering giling (GKG) dan 1,15 juta ton beras dari luas tanam 352.676 hektare. Namun, banjir bandang telah merusak 56.600 hektare sawah dan 27.000 hektare sawah tergenang banjir, membuat target produksi perlu dievaluasi kembali.
Dampak Banjir Bandang
- Luas sawah rusak: 56.600 hektare sawah rusak berat dan ringan.
- Sawah tergenang: 27.000 hektare sawah tergenang banjir dan tidak bisa dipanen.
- Target produksi: Target produksi padi 2026 perlu dievaluasi kembali.
- Koordinasi pemerintah: Evaluasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk merasionalisasi target produksi.
Distanbun Aceh berharap pemerintah tidak melakukan alih fungsi lahan pertanian untuk kebutuhan lain, seperti perumahan, agar produksi padi tidak berkurang.
