Dokter dan tenaga medis di RSUD Aceh Besar melakukan mogok massal, menyebabkan 13 poliklinik ditutup dan ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan. Aksi ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025 dan jasa medis sejak November 2025, serta kekosongan persediaan obat-obatan yang telah berlangsung selama 5 bulan.
Tenaga medis menuntut audiensi dengan pemerintah daerah dan DPRK untuk membahas pengadaan obat-obatan, percepatan status aktif BLUD, penyelesaian masalah TPP, dan pencairan jasa medis. Meskipun layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi, aksi mogok ini dianggap sebagai langkah terakhir untuk menyuarakan persoalan yang terjadi.
Dampak Mogok Massal
- 13 poliklinik ditutup, menyebabkan ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan.
- Kekosongan obat-obatan telah berlangsung selama 5 bulan, mengganggu proses pelayanan medis.
- Keterlambatan pembayaran TPP dan jasa medis menjadi pemicu utama aksi mogok.
- Tenaga medis menuntut audiensi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah.
Layanan yang Tetap Beroperasi
- Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa, karena bersifat pelayanan darurat dan menyangkut keselamatan nyawa pasien.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

