News
Dokter Spesialis FK Unimal Tangani 114 Warga Langkahan Pasca Banjir Siklon Senyar
21 Januari 2026 19:42
Banjir akibat Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 lalu meninggalkan dampak signifikan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Permukiman warga terendam, aktivitas sosial dan ekonomi terganggu, serta kualitas lingkungan dan sanitasi menurun. Pasca bencana, masyarakat menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat kondisi lingkungan yang lembap dan keterbatasan air bersih.
Sebagai bentuk kepedulian, Universitas Malikussaleh menurunkan tim dari Fakultas Kedokteran (FK Unimal) untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis di tiga lokasi terdampak: Desa Bukit Linteung, Dusun Bidari, dan Desa Langkahan. Tim medis terdiri dari dokter spesialis bedah, paru, saraf, THT-BKL, anak, serta obstetri dan ginekologi.
Pelayanan Kesehatan dan Temuan Medis
- 114 orang mendapatkan pelayanan kesehatan, terdiri dari 98 dewasa dan 16 anak-anak.
- 79 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan terbanyak.
- 15 kasus penyakit kulit, termasuk infeksi jamur, virus varisela, dan scabies.
- 13 kasus demam (febris) dan 7 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan.
Edukasi dan Bantuan
Tim medis tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi tentang pencegahan penyakit pascabanjir dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat juga menerima bantuan logistik untuk mendukung pemulihan.
Komitmen Universitas Malikussaleh
Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam merespons bencana alam. Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Herman Fithra, menegaskan komitmen universitas untuk membantu masyarakat pascabencana dan mempercepat proses pemulihan kesehatan di Kabupaten Aceh Utara.
Dengan adanya pelayanan kesehatan ini, diharapkan beban masyarakat korban banjir dapat berkurang dan proses pemulihan kesehatan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Dampak Jangka Panjang
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan dan sanitasi pascabencana. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit lanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
