Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Dosen UIN Ar-Raniry: Banjir Sumatera Alarm Ekologis, Al-Quran Ajarkan Tanggung Jawab Ilmiah

2 hari yang lalu

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk H Rahmadon Tosari Fauzi, M.Ed., Ph.D, menekankan pentingnya tanggung jawab ekologis berdasarkan ajaran Al-Quran. Dalam momentum Ramadhan 1447 Hijriah, ia mengajak umat Islam untuk merefleksikan pesan Surat Lukman ayat 20 tentang keseimbangan alam.

Rahmadon mengaitkan ayat tersebut dengan banjir besar yang melanda Sumatera pada November 2025. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) akibat deforestasi disebut sebagai penyebab utama banjir. Ia mengkritik mentalitas menyalahkan pihak lain tanpa solusi berbasis data.

Integrasi Iman dan Aksi Lingkungan

  • Al-Quran dan Keseimbangan Alam: Surat Lukman ayat 20 dijelaskan sebagai fondasi teologis dan ilmiah untuk menjaga keseimbangan alam. Rahmadon menekankan bahwa nikmat lahir dan batin menuntut stewardship ilmiah.

  • Banjir Sumatera 2025: Curah hujan ekstrem di Aceh Tamiang, Tapanuli Utara, dan Agam diperparah oleh kerusakan DAS. Hilangnya tutupan hutan meningkatkan limpasan permukaan dan erosi tanah.

  • Kritik terhadap Mentalitas Menyalahkan: Rahmadon mengkritik sikap blame-shifting tanpa solusi berbasis data. Ia menekankan pentingnya restorasi ekosistem DAS sebagai solusi.

  • Gerakan Prolingkungan: Rahmadon mendorong gerakan sedekah untuk reboisasi, penguatan literasi sains berbasis masjid, dan program lingkungan berkelanjutan. Ia mengajak umat Islam untuk mengintegrasikan ibadah dan aksi nyata.

Langkah Konkrit

  • Sahur dan Tafakkur: Waktu sahur digunakan untuk tafakkur atas nikmat air dan merencanakan sedekah untuk program reboisasi.

  • Tarawih dan Doa: Berdoa untuk korban banjir dan penggalangan bantuan sosial.

  • Berbuka Puasa dan Berbagi: Berbagi makanan dengan para pengungsi dan keluarga terdampak.

  • I’tikaf dan Rehabilitasi DAS: Waktu i’tikaf digunakan untuk menyusun program penanaman pohon dan rehabilitasi DAS secara kolaboratif.

Rahmadon menekankan bahwa banjir Sumatera 2025 bukanlah hukuman ilahi, melainkan alarm sistemik atas kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan ekologis. Ia berharap gerakan nyata berupa satu pohon ditanam, satu kehidupan diselamatkan, lahir dari masjid-masjid.

Dosen UIN Ar-Raniry: Banjir Sumatera Alarm Ekologis, Al-Quran Ajarkan Tanggung Jawab Ilmiah
0123456789