Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), Rina Suryani Oktari, tampil sebagai pembicara kunci dalam workshop internasional di Tohoku University, Sendai, Jepang. Workshop bertajuk International Workshop on Building Disaster-Resilient Culture through Education for Sustainable Futures ini menjadi bagian dari refleksi global dalam memperingati 15 tahun Great East Japan Earthquake and Tsunami.
Dr. Rina, yang juga merupakan Koordinator Disaster Education Research Cluster di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui pendidikan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia berbagi pengalaman Aceh dalam membangun kapasitas masyarakat pasca tsunami 2004.
Pentingnya Pendidikan Kebencanaan
- Membangun budaya sadar bencana bukan hanya tentang mengingat bencana yang pernah terjadi, tetapi mentransformasikan ingatan tersebut menjadi pengetahuan, tindakan, dan ketangguhan bagi generasi mendatang.
- Pendidikan kebencanaan menjadi pondasi utama dalam membangun budaya ketangguhan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.
- Kolaborasi global diperlukan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan peduli terhadap risiko bencana.
Refleksi dan Komitmen
- Workshop ini juga menjadi ruang berbagi pembelajaran lintas negara tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi pondasi utama dalam membangun budaya ketangguhan.
- Dr. Rina menekankan pentingnya menghormati para korban dengan memperkuat komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan peduli terhadap risiko bencana.
- Partisipasi Dr. Rina menunjukkan kontribusi aktif akademisi USK dalam pengembangan pendidikan kebencanaan serta penguatan kolaborasi global.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.