News
DPM Unimal Bantu Pemulihan Psikis Anak Korban Banjir di Aceh Tengah
21 Januari 2026 22:21
DPM Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan program psikososial di tiga sekolah di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan kondisi sosial dan emosional anak-anak yang terdampak banjir bandang.
Program ini difokuskan pada pendampingan psikososial bagi siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang ramah dan sesuai dengan usia mereka. Kegiatan meliputi permainan edukatif, diskusi kelompok sederhana, serta kegiatan interaktif lainnya yang dirancang untuk melatih fokus, imajinasi, serta ketangkasan berpikir dan bertindak.
Pendekatan Bermain untuk Pemulihan Psikis
- Permainan Edukatif: Anak-anak diajak terlibat aktif dalam permainan yang dirancang untuk melatih fokus, imajinasi, serta ketangkasan berpikir dan bertindak.
- Kegiatan Kreatif: Relawan mengajak siswa mengekspresikan diri melalui kegiatan menggambar dan permainan kreatif lainnya.
- Pendampingan Langsung: Relawan terlibat langsung dalam setiap sesi kegiatan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa selama program berlangsung.
Dampak Positif bagi Anak-anak
- Pemulihan Emosional: Kegiatan ini membantu anak-anak menyalurkan emosi serta membangun kembali interaksi sosial di lingkungan sekolah.
- Semangat Belajar: Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menilai kegiatan psikososial membantu siswa untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan sekolah setelah mengalami peristiwa bencana.
- Rencana Berkelanjutan: Program psikososial ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan DPM Unimal selama melaksanakan pengabdian masyarakat di Aceh Tengah. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan di sejumlah lokasi lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Ketua DPM Unimal Rendi Alfariq menyatakan bahwa program psikososial tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda pengabdian mahasiswa di Aceh Tengah yang difokuskan pada sektor pendidikan dan pemulihan pascabencana. "Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pendampingan psikososial bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang. Melalui permainan edukatif dan kegiatan kreatif, kami berharap siswa dapat kembali merasa nyaman dan percaya diri dalam mengikuti aktivitas belajar di sekolah," ujarnya.
