News
DPR Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka untuk Cegah Learning Loss di Aceh
2 jam yang lalu
Pembelajaran tatap muka dinilai tetap menjadi metode utama yang harus diprioritaskan pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan di Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang menekankan pentingnya interaksi langsung dan pembentukan karakter siswa.
Meski pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi dalam kondisi tertentu, penerapannya secara luas berisiko menimbulkan learning loss, kesenjangan akses, dan gangguan perkembangan sosial-emosional anak.
Pentingnya Pembelajaran Tatap Muka
- Pembelajaran tatap muka dianggap lebih efektif dalam menjaga kualitas pendidikan dan interaksi siswa.
- Sistem zonasi yang telah berjalan memungkinkan siswa bersekolah dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi tidak signifikan.
- Risiko learning loss dan kesenjangan akses menjadi perhatian utama jika pembelajaran jarak jauh diterapkan secara luas.
- Aspek sosial-emosional anak juga terdampak akibat berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter.
Solusi Adaptif
- Pembelajaran jarak jauh tetap dapat dimanfaatkan secara fleksibel pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana alam atau gangguan akses sementara.
- Pemerintah daerah dihimbau untuk melanjutkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pasca-libur Idul Fitri sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan tidak akan ada pembelajaran secara daring dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM).
- Surat Edaran Menteri Dikdasmen akan mengatur lebih lanjut mengenai aturan pembelajaran di sekolah dalam kondisi tersebut.
