Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Anak Aceh Jauh dari Masjid, Ancam Masa Depan Islam: Dr Zulkhairi

30 Januari 2026 10:33

Masjid adalah jantung kehidupan umat Islam dan anak-anak adalah penentu apakah jantung itu akan terus berdetak atau perlahan melemah. Dari masjid, iman ditanamkan, akhlak dibentuk, dan peradaban dibangun.

Ketua Bidang Media dan Humas Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), Dr H Tgk Teuku Zulkhairi MA, mengingatkan masyarakat Aceh akan ancaman serius terhadap masa depan Islam jika anak-anak terus dijauhkan dari masjid.

Fenomena Kehadiran Anak di Masjid Berkurang

Dr Zulkhairi menilai saat ini muncul fenomena yang patut menjadi renungan bersama, yakni semakin berkurangnya kehadiran anak-anak di masjid. Bahkan, dalam sejumlah kasus, kehadiran anak justru dianggap mengganggu kekhusyukan ibadah jamaah, sehingga terkesan tidak diharapkan.

Tanggung Jawab Ayah dan BKM

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab memakmurkan masjid tidak boleh dibebankan kepada para ayah semata. Badan Kemakmuran Masjid (BKM), menurutnya, memiliki peran strategis untuk menghadirkan masjid yang ramah anak tanpa mengorbankan kekhusyukan ibadah.

Pendidikan dan Keteladanan

Dr Zulkhairi mengakui bahwa membawa anak ke masjid memang tidak selalu mudah. Anak-anak bisa bergerak ke sana kemari, berbicara, atau belum memahami adab shalat. Namun justru di situlah, proses pendidikan berlangsung. Anak yang dibiasakan hadir di masjid sejak kecil akan tumbuh dengan rasa memiliki dan ikatan batin yang kuat terhadap rumah Allah SWT.

Panggilan untuk Perubahan

Ia mendorong BKM untuk menguatkan peran remaja masjid dalam mendampingi anak-anak selama shalat berjamaah dengan pendekatan kasih sayang, bukan bentakan. Ia juga mengajak para ayah untuk tidak menyerah membawa anak-anak ke masjid, sembari terus mengingatkan mereka agar menjaga adab dan tidak mengganggu kekhusyukan jamaah.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari kerja-kerja membangun peradaban Islam. Aceh yang memiliki sejarah keislaman yang kuat, tidak boleh kehilangan mata rantai ini. Masjid-masjid Aceh harus kembali menjadi ruang pembentukan generasi, dan bukan hanya tempat ibadah orang dewasa. Sebab Islam tidak diwariskan melalui darah, tetapi melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan.

Anak Aceh Jauh dari Masjid, Ancam Masa Depan Islam: Dr Zulkhairi
0123456789