News
Warga Lubok Pusaka Aceh Utara Masih Tanpa Listrik Dua Bulan Pascabanjir
27 Januari 2026 16:30
Penduduk di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, masih bertahan tanpa listrik dua bulan setelah banjir besar melanda pada 26 November 2025. Mereka terpaksa mengungsi di gedung pendidikan dan bertahan hidup di bawah tenda darurat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta terpal yang dibangun seadanya, dalam kondisi serba kekurangan dan keterbatasan.
Para penyintas bencana di desa tersebut menghadapi kekurangan air bersih dan jalan berdebu. Seorang warga, Alimi, mengungkapkan bahwa sekitar 500 rumah hanyut dan 300 di antaranya hilang total tergerus air. Jumlah jiwa terdampak di Gampong Lubok Pusaka sekitar 1.600 lebih.
Kondisi Pasca-Bencana
- Listrik padam: Penduduk masih menggunakan tenaga surya, genset, dan penerangan tradisional.
- Kekurangan air bersih: Air bersih menjadi kebutuhan utama warga.
- Jalan berdebu: Keterbatasan akses dan transportasi.
- Proses pemasangan ulang tiang listrik: Pihak terkait sedang melakukan pemasangan kembali tiang listrik yang roboh dan penyambungan kabel usai tertimbun lumpur.
Harapan Warga
- Listrik nyala saat Ramadan: Warga berharap listrik dapat nyala sebelum Ramadan.
- Ekonomi kembali tumbuh: Penduduk berharap ekonomi dapat kembali seperti sebelum bencana.
- Anak-anak bisa sekolah dan mengaji: Warga ingin anak-anak mereka dapat kembali ke sekolah dan mengaji dengan maksimal.
- Pendidikan tidak putus: Warga ingin anak-anak mereka tidak menderita putus pendidikan.
Warga di desa terpencil tersebut sangat mengharapkan ekonomi penduduk di Gampong Lubok Pusaka dapat kembali tumbuh seperti sebelum bencana yang melanda Aceh Utara. Mereka pun berharap dapat kembali hidup bahagia seperti warga lain di daerah yang tidak terdampak bencana.
"Anak-anak bisa sekolah dan mengaji lagi dengan maksimal. Jangan sampai mereka menderita, kalau kami dulu tidak sekolah, anak jangan merasakan putus pendidikan juga," imbuhnya.
Warga Lubok Pusaka Aceh Utara Masih Tanpa Listrik Dua Bulan Pascabanjir
