Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga Aceh Tamiang Dua Bulan Pascabanjir

26 Januari 2026 12:43

Dua bulan setelah banjir melanda Aceh Tamiang, warga masih menghadapi masalah serius dengan tumpukan lumpur dan sampah. Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat untuk tetap tinggal di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka. Pemerintah daerah telah mengerahkan puluhan alat berat untuk membersihkan lumpur, namun prosesnya belum menyentuh seluruh daerah yang terdampak.

Warga seperti Uswah dari Kebun Tanahterban, Karangbaru, mengeluhkan bahwa rumahnya belum bisa ditempati karena lumpur di dalam rumah dan jalan sekitar masih tinggi. Uswah mengaku sudah beberapa kali melihat alat berat masuk ke pemukimannya, tetapi pekerjaan selalu berhenti sebelum mencapai rumahnya. Warga lain seperti Muhammad Irwan, anggota DPRK Aceh Tamiang, menyatakan bahwa lumpur yang sudah mulai padat tidak bisa dibersihkan secara manual dan memerlukan alat berat.

Kondisi Saat Ini

  • Lumpur dan sampah masih menjadi masalah utama di Aceh Tamiang dua bulan pascabanjir.
  • Warga terpaksa tinggal di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.
  • Pemerintah daerah telah mengerahkan puluhan alat berat untuk membersihkan lumpur, namun prosesnya lambat dan belum merata.
  • Warga mengatasi masalah secara mandiri dengan menyewa alat berat atau bernegosiasi dengan operator.

Upaya Pemulihan

  • Wan Tanindo, politisi Gerindra, mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga membersihkan lumpur dari jalan umum dan halaman rumah.
  • Perusahaan perkebunan kelapa sawit meminjamkan loader dan dua truk untuk mengangkut sampah di Kampung Pekanseruway.
  • Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu penanggulangan dengan tambahan alat berat dari pemerintah pusat.

Tantangan yang Dihadapi

  • Operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lumpuh karena armada pengangkut sampah rusak akibat banjir.
  • Warga bingung mengatasi sampah karena tidak memiliki kendaraan pengangkut sampah.
  • Target pemerintah adalah memastikan masyarakat bisa normal saat puasa Ramadan nanti.
Lumpur dan Sampah Masih Menghantui Warga Aceh Tamiang Dua Bulan Pascabanjir
0123456789