Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Aceh Tamiang Masih Berjuang dengan Lumpur Pasca Banjir

27 Januari 2026 07:44

Dua bulan setelah banjir melanda Aceh Tamiang, warga masih berjuang dengan tumpukan lumpur dan sampah yang belum teratasi. Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.

Pemkab sudah berjibaku membersihkan lumpur dengan mengerahkan puluhan alat berat. Namun proses pembersihan ini belum menyentuh seluruh daerah karena dampak kerusakan banjir yang begitu besar.

Persoalan Lumpur dan Sampah

  • Lumpur di dalam rumah belum bisa dibuang, sementara lumpur jalan di samping rumah masih tinggi.
  • Alat berat sering menyudahi pekerjaannya ketika sudah mendekati rumah warga.
  • Warga menyewa alat berat sendiri, tetapi tarif tinggi menjadi kendala.
  • Bantuan mandiri dari politisi dan perusahaan perkebunan membantu warga.

Dampak Sosial dan Ekonomi

  • Kehidupan warga belum normal dua bulan setelah banjir.
  • Operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lumpuh karena armada pengangkut sampah rusak.
  • Bupati Aceh Tamiang memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu penanggulangan.

Kebutuhan Warga

  • Warga menginginkan akses ke pemukiman yang sepenuhnya terbuka.
  • Bantuan dari pemerintah pusat diperlukan untuk meningkatkan mutu penanggulangan.
  • Warga berharap bisa melaksanakan puasa Ramadan di rumah dengan kondisi yang lebih baik.

Inisiatif Mandiri

  • Wan Tanindo mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga.
  • Perusahaan perkebunan kelapa sawit meminjamkan loader dan dua truk untuk mengangkut sampah.

Warga Aceh Tamiang masih berjuang dengan lumpur dan sampah dua bulan setelah banjir. Bantuan dari pemerintah dan inisiatif mandiri menjadi harapan utama untuk mengatasi masalah ini.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu penanggulangan seiring adanya tambahan alat berat dari pemerintah pusat. Targetnya adalah masyarakat harus bisa normal saat puasa nanti.

Warga Aceh Tamiang masih berjuang dengan lumpur dan sampah dua bulan setelah banjir. Bantuan dari pemerintah dan inisiatif mandiri menjadi harapan utama untuk mengatasi masalah ini.

Warga Aceh Tamiang Masih Berjuang dengan Lumpur Pasca Banjir
0123456789