Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Warga Sawang Aceh Utara Masih Terkendala Rakit Dua Bulan Pascabanjir

08 Februari 2026 17:12

Dua bulan setelah banjir besar melanda Aceh Utara, warga di sejumlah gampong terpencil Kecamatan Sawang masih harus bertaruh keselamatan menggunakan rakit sederhana untuk menyeberangi sungai. Jembatan penghubung antardesa yang menjadi satu-satunya akses menuju pusat kecamatan hingga kini belum juga diperbaiki setelah putus diterjang banjir pada 25 November 2025.

Kondisi ini kian memprihatinkan saat anak-anak harus berangkat ke sekolah. Menurut Saidul, rakit yang ditumpangi kerap terbalik akibat arus sungai Krueng Sawang yang deras.

Dampak Sosial dan Ekonomi

  • Rakit menjadi satu-satunya sarana untuk bekerja, bersekolah, hingga memenuhi kebutuhan logistik ke pusat kecamatan.
  • Anak-anak sering terpaksa pulang karena rakit terbalik, pakaian mereka basah kuyup sehingga tidak bisa melanjutkan ke sekolah.
  • Biaya menyeberang menggunakan rakit mencapai 10 ribu sampai 15 ribu, sebagian warga memilih berjalan kaki mengarungi sungai saat arus relatif rendah.
  • Jarak tempuh ke pusat Kecamatan Sawang bisa mencapai empat jam jika lewat Kabupaten Bireuen.

Harapan Warga

Saidul bersama warga lainnya berharap pemerintah pusat maupun daerah segera membangun kembali jembatan yang rusak. Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat di kawasan terpencil.

Warga Sawang Aceh Utara Masih Terkendala Rakit Dua Bulan Pascabanjir
0123456789