Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Aceh Siaga Pasokan Energi

2 jam yang lalu

Dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero), yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Selat Hormuz akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mempengaruhi jalur pelayaran strategis dan membuat aktivitas kapal niaga, termasuk pengangkutan energi, menjadi tidak stabil.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sedang melakukan upaya diplomatik dengan Iran agar kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan. Pertamina juga menjamin keselamatan awak kapal dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan asuransi dan rantai logistik pelayaran internasional.

Dampak Terhadap Pasokan Energi

  • VLCC Pertamina Pride membawa minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan pasokan energi domestik Indonesia.
  • Gamsunoro mengangkut muatan milik pelanggan pihak ketiga (third party).
  • Keterlambatan pasokan energi berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan di Aceh.

Upaya Pemerintah dan Pertamina

  • Koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk pembicaraan dengan pemerintah Iran.
  • Komunikasi rutin dengan awak kapal untuk memastikan kondisi kru tetap aman.
  • Kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk menjaga risiko pengiriman.

Harapan ke Depan

Pemerintah dan Pertamina berharap situasi di Selat Hormuz segera membaik sehingga kapal-kapal dapat melanjutkan pelayaran tanpa hambatan. Upaya diplomasi dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kepentingan energi nasional tetap terjaga.

Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Aceh Siaga Pasokan Energi