News
Dua Rumah Terbakar di Bireuen, 10 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
23 Januari 2026 18:56
Dua unit rumah di Desa Cot Bada Baroh, Peusangan, Bireuen, ludes terbakar pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Musibah ini menyebabkan 10 jiwa kehilangan tempat tinggal, termasuk tiga keluarga yang tinggal di salah satu unit rumah.
Kepala Desa Cot Bada Baroh, Zulyadi, menyatakan bahwa rumah-rumah tersebut ditempati oleh keluarga yang masih memiliki hubungan saudara. BPBD Bireuen dan PMI telah memberikan bantuan darurat berupa tenda dan sembako untuk korban.
Dampak dan Penanganan
- 10 jiwa kehilangan tempat tinggal, termasuk anak-anak dan bayi.
- Dua tenda dari BPBD Bireuen dan bantuan sembako dari PMI telah tiba di lokasi.
- Camat Peusangan, Alfian S.Sos, memastikan bahwa bantuan lebih lanjut akan disampaikan ke Pemkab Bireuen untuk pemulihan jangka panjang.
Kondisi Korban
- Salah satu rumah ditempati oleh Makhayiwah (70), janda, bersama anaknya Fahmi (22) dan keluarga Fatwa Abdullah (35).
- Rumah lainnya milik Munzir (40) yang tinggal bersama istrinya Asmaul Husna (30) dan tiga anak mereka.
Langkah Selanjutnya
- Tenda darurat akan didirikan di depan rumah terbakar untuk tempat tinggal sementara.
- Pemkab Bireuen diharapkan segera memberikan bantuan untuk pemulihan rumah yang terbakar.
Musibah ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana dan dukungan sosial di tingkat lokal untuk membantu korban yang terdampak.
Refleksi untuk Warga Aceh
- Bagaimana kesiapsiagaan bencana dapat ditingkatkan di tingkat desa?
- Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu korban kebakaran seperti ini?
- Bagaimana peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan jangka panjang bagi korban bencana?
Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, diharapkan korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Fakta Penting
- 10 jiwa kehilangan tempat tinggal.
- Dua tenda dan sembako telah diberikan sebagai bantuan darurat.
- Pemkab Bireuen diharapkan memberikan bantuan lebih lanjut untuk pemulihan rumah.
Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Aceh untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana, serta pentingnya solidaritas sosial dalam membantu sesama.
