News
Bank Aceh Syariah Salurkan KUR Rp 1,5 Triliun untuk UMKM di 2026
26 Januari 2026 08:31
Bank Aceh Syariah kembali dipercaya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah untuk tahun 2026. Alokasi kuota KUR sebesar Rp 1,5 triliun ditujukan untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Aceh.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Sekretaris Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menyatakan optimisme tinggi terhadap penyaluran kuota tersebut. Bank Aceh berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan secara produktif namun tetap menjaga kualitas pembiayaan yang sehat.
Dampak dan Kinerja
- Hingga akhir tahun 2025, Bank Aceh telah mencatatkan performa impresif dengan merealisasikan pembiayaan KUR Syariah mencapai Rp 2,56 triliun.
- Dana tersebut telah memberikan dampak nyata bagi 23.853 pelaku UMKM di berbagai wilayah.
- Sektor perdagangan masih mendominasi sebagai kontributor utama penyaluran, diikuti oleh sektor pertanian dan jasa perorangan.
Strategi Penyaluran
- Bank Aceh secara aktif memperluas jangkauan pembiayaan, terutama pada sektor produksi.
- Penyaluran KUR tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan saja, tetapi juga menjangkau hingga pelosok desa di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.
- KUR Syariah dianggap sebagai instrumen penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat, tidak hanya sebagai solusi modal kerja, tetapi juga sebagai pemicu peningkatan kapasitas usaha dan penciptaan lapangan kerja baru.
Harapan ke Depan
Di sepanjang tahun 2026, Bank Aceh akan terus memperkuat peran KUR Syariah sebagai tulang punggung permodalan UMKM. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, serta memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Aceh.
Dengan adanya alokasi KUR ini, diharapkan UMKM di Aceh dapat semakin berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
KUR Syariah merupakan salah satu bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat dan Bank Aceh Syariah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat di Aceh. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kapasitas usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.
