News
Warga Bener Meriah Panic Buying BBM Usai Pernyataan Menteri ESDM
4 jam yang lalu
Warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melakukan aksi panic buying bahan bakar minyak (BBM) setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Pernyataan tersebut menyebut stok BBM nasional cukup untuk 20 hari ke depan, memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Sejak Rabu pagi, 4 Maret 2026, antrean panjang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bener Meriah. Antrean kendaraan memanjang hingga dua kilometer, menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Warga juga membeli BBM eceran dengan harga Rp15.000 per liter untuk persediaan dua pekan.
Dampak Panic Buying
- Antrean panjang di SPBU dan Pertashop
- Kemacetan arus lalu lintas
- Warga membeli BBM eceran dengan jeriken dan kantong plastik
- Harga BBM eceran mencapai Rp15.000 per liter
Alasan Warga
Warga membeli BBM untuk persediaan dua pekan, mengingat kabar kelangkaan BBM yang diperoleh dari media sosial dan pernyataan Menteri ESDM. Mereka khawatir stok BBM akan langka setelah 20 hari ke depan.
