News
Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak Ribuan Kitab Santri Ponpes Terpadu
20 Januari 2026 18:22
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada tanggal 26 November 2025 lalu meninggalkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Salah satu lembaga pendidikan yang terdampak adalah Ponpes Terpadu Dayah Ibdaul Islam di Desa Paya Ketenggar, Kecamatan Manyak Payed. Banjir setinggi hampir 2 meter merendam dan merusak berbagai fasilitas belajar santri, termasuk ribuan kitab dan Alquran.
Pimpinan Ponpes Terpadu Dayah Ibdaul Islam, Abon H Saiful Mahdi SpdI MH atau akrap disapa Abun Paya Ketenggar, menyatakan bahwa sekitar 80% kitab dan Alquran santri rusak akibat banjir. Ponpes yang menampung sekitar 473 santri ini kini menghadapi kekurangan kitab dan fasilitas belajar lainnya seperti kasur dan lemari yang juga rusak terendam banjir.
Dampak Banjir terhadap Ponpes
- Kerugian Kitab dan Alquran: Sekitar 80% kitab dan Alquran santri rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
- Kekurangan Fasilitas: Selain kitab, kasur dan lemari pondok santri juga rusak terendam air banjir.
- Kondisi Santri: Santri kini belajar dengan kitab sisa yang masih bisa digunakan.
- Upaya Pemulihan: Pimpinan ponpes berencana menjadikan sampan yang digunakan untuk kembali ke ponpes sebagai monumen pengingat banjir besar.
Kondisi Pasca Banjir
- Proses Belajar Mengajar: Proses belajar mengajar di Ponpes Terpadu Dayah Ibdaul Islam telah berjalan kembali meskipun dengan keterbatasan fasilitas.
- Kondisi Santri: Santri menyelamatkan diri ke lantai 2 Ponpes saat banjir datang.
- Kondisi Pimpinan Ponpes: Abun Paya Ketenggar terjebak banjir dan baru bisa kembali ke ponpes setelah 3 hari pascabanjir.
Upaya Pemulihan
- Pembelian Perahu: Abun Paya Ketenggar membeli perahu senilai Rp 10 juta untuk kembali ke ponpes.
- Monumen Pengingat: Perahu tersebut akan dijadikan monumen di ponpes sebagai pengingat banjir besar di akhir tahun 2025.
Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, Ponpes Terpadu Dayah Ibdaul Islam berharap mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk memulihkan kondisi ponpes dan melanjutkan proses belajar mengajar dengan lebih baik.
