News
Elongasi Hilal Aceh Kurang 0,3 Derajat, Lebaran 2026 Tunggu Sidang Isbat
2 jam yang lalu
Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mengumumkan bahwa elongasi hilal di Aceh kurang sekitar 0,3 derajat dari kriteria yang ditetapkan MABIMS. Hal ini membuat kepastian Hari Raya Idul Fitri 2026 masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah yang akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026.
Kriteria MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Namun, berdasarkan perhitungan astronomi, elongasi hilal di Aceh hanya mencapai 6,1 derajat, sementara ketinggiannya sekitar 3,1 derajat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat kecil.
Proses Penentuan Lebaran 2026
- Rukyatul Hilal: Pengamatan hilal akan dilakukan di enam lokasi di Aceh, termasuk Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang di Aceh Besar dan Pantai Lhokgeulumpang di Aceh Jaya.
- Sidang Isbat: Hasil pengamatan akan menjadi dasar penetapan awal Syawal yang diumumkan oleh Menteri Agama sekitar pukul 19.30 WIB.
- Prediksi: Jika hilal terlihat, Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Jika tidak, Lebaran akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Imbauan kepada Masyarakat
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi penetapan pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi jika terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya.
Prediksi dari Berbagai Lembaga
- BMKG: Memperkirakan Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026 karena ketinggian hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.
- BRIN: Menyatakan bahwa hilal kemungkinan belum dapat diamati, sehingga Lebaran diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
- Muhammadiyah: Telah menetapkan Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu keputusan resmi dari Menteri Agama RI.
