Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Aceh Timur Masih Bertahan di Tenda Darurat Empat Bulan Pasca Banjir

4 hari yang lalu

Empat bulan setelah banjir bandang melanda, warga Desa Sahraja dan Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, masih bertahan di bawah tenda pengungsian. Keterlambatan pembangunan hunian sementara (Huntara) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi penyebab utama warga belum bisa kembali ke kehidupan normal. Kondisi ini semakin menyesakkan menjelang bulan suci Ramadhan, di mana warga masih harus bersujud di bawah tenda darurat dengan fasilitas seadanya.

Perselisihan antara warga dan vendor terkait konsep pembangunan Huntara menjadi salah satu penghambat. Warga menolak sistem komunal yang diajukan vendor dan meminta pembangunan dilakukan di lokasi tanah masing-masing. Sementara itu, pihak pelaksana proyek berdalih bahwa faktor geografis yang ekstrem menyulitkan mobilisasi alat berat dan material bangunan ke lokasi terdampak.

Kondisi di Lapangan

  • Puluhan warga masih bertahan di tenda pengungsian yang pengap.
  • Gubuk darurat dibangun oleh warga dari kayu-kayu sisa hanyutan banjir.
  • Hanya satu meunasah yang rampung di Dusun Rantau Panjang, digunakan untuk beribadah.
  • Warga di dua dusun lainnya, Bedari dan Sijudo, masih harus bersujud di bawah tenda darurat.

Harapan Warga

  • Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menekan pihak vendor agar mempercepat pengerjaan Huntara.
  • Kahirul Amri, warga Dusun Tembolon, Desa Ujung Karang, mengaku memilih bertahan di lokasi pengungsian karena tanah miliknya telah lenyap dan akses ke Huntara lebih dekat.
  • Ayah dua anak itu berharap Huntara segera rampung dan pemerintah memberi perhatian khusus kepada warga yang kehilangan mata pencaharian.
Warga Aceh Timur Masih Bertahan di Tenda Darurat Empat Bulan Pasca Banjir