Empat bulan setelah banjir bandang melanda, warga Desa Sahraja dan Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, masih bertahan di bawah tenda pengungsian. Keterlambatan pembangunan hunian sementara (Huntara) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi penyebab utama warga belum bisa kembali ke kehidupan normal. Kondisi ini semakin menyesakkan menjelang bulan suci Ramadhan, di mana warga masih harus bersujud di bawah tenda darurat dengan fasilitas seadanya.
Perselisihan antara warga dan vendor terkait konsep pembangunan Huntara menjadi salah satu penghambat. Warga menolak sistem komunal yang diajukan vendor dan meminta pembangunan dilakukan di lokasi tanah masing-masing. Sementara itu, pihak pelaksana proyek berdalih bahwa faktor geografis yang ekstrem menyulitkan mobilisasi alat berat dan material bangunan ke lokasi terdampak.
Kondisi di Lapangan
- Puluhan warga masih bertahan di tenda pengungsian yang pengap.
- Gubuk darurat dibangun oleh warga dari kayu-kayu sisa hanyutan banjir.
- Hanya satu meunasah yang rampung di Dusun Rantau Panjang, digunakan untuk beribadah.
- Warga di dua dusun lainnya, Bedari dan Sijudo, masih harus bersujud di bawah tenda darurat.
Harapan Warga
- Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menekan pihak vendor agar mempercepat pengerjaan Huntara.
- Kahirul Amri, warga Dusun Tembolon, Desa Ujung Karang, mengaku memilih bertahan di lokasi pengungsian karena tanah miliknya telah lenyap dan akses ke Huntara lebih dekat.
- Ayah dua anak itu berharap Huntara segera rampung dan pemerintah memberi perhatian khusus kepada warga yang kehilangan mata pencaharian.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.