Kembalilingkungan

Khawatir Warga Nagan Raya, Jembatan Alue Wakie Masih Putus","PublicImpact":78,"Credibility":90,"Urgency":85,"Evidence":70,"LongTermValue":85,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Jembatan Alue Wak

Penulis

serambinews.com

Tanggal

29 Mei 2026

Khawatir Warga Nagan Raya, Jembatan Alue Wakie Masih Putus","PublicImpact":78,"Credibility":90,"Urgency":85,"Evidence":70,"LongTermValue":85,"Education":60,"FinalScore":80,"Summary":"Jembatan Alue Wak

Jembatan rangka baja di Desa Alue Wakie, Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya telah putus sejak akhir November 2025 akibat banjir bandang. Sejak saat itu, struktur 135 meter belum diganti, memaksa warga mencari lintas alternatif.

Akibatnya, sekitar 100 rumah di dusun terisolasi dan warga harus menggunakan perahu dengan biaya Rp5.000 per orang untuk menyeberangi sungai. Kondisi ini menghambat aktivitas sehari-hari seperti pergi ke kebun, sekolah, dan pusat pemerintahan, terutama selama perayaan Iduladha ketika lalu lintas naik.

Konsekuensi Sosial dan Ekonomi

  • 100 rumah terisolasi, memutuskan akses ke layanan dasar.
  • Biaya perahu sebesar Rp5.000 per orang setiap kali menyeberang.
  • Anak sekolah harus menyeberangi sungai harian, menambah pengeluaran dan risiko keselamatan.
  • Aktivitas pertanian dan nelayan terhambat karena tidak bisa mengangkut hasil panen atau tangkapan.
  • Pada hari Iduladha, lalu lintas naik membuat antrean perahu semakin panjang.
  • Warga berharap Pemerintah Pusat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan tersebut.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.