Enam universitas dari dalam dan luar negeri, termasuk Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Gajah Mada (UGM), membentuk aliansi penelitian untuk mengatasi konflik gajah-manusia di Lansekap Peusangan, Aceh. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Center, sebuah pusat riset dan inovasi yang dikembangkan WWF-Indonesia bersama Kementerian Kehutanan dan PT Tusam Hutani Lestari.
Program ini tidak hanya fokus pada konservasi, tetapi juga menguji model koeksistensi antara manusia dan gajah yang selama ini belum efektif di lapangan. Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menekankan pentingnya riset multidisiplin untuk memecahkan persoalan nyata, mulai dari pergerakan gajah, penyempitan habitat, hingga konflik dengan warga.
Rencana Aksi dan Kolaborasi
- Pemetaan konflik gajah-manusia: Mengidentifikasi area-area rawan konflik untuk mitigasi yang lebih efektif.
- Mitigasi berbasis komunitas: Melibatkan warga lokal dalam upaya konservasi dan pengelolaan konflik.
- Integrasi konservasi dengan ekonomi lokal: Mengembangkan model ekonomi berkelanjutan yang mendukung konservasi gajah.
- Pendidikan dan pelatihan: Meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam koeksistensi dengan gajah.
- Kebijakan dan advokasi: Mendukung pengembangan kebijakan yang mendukung konservasi Gajah Sumatra.
Ketua Pusat Riset Kopi dan Kakao USK, Abubakar, menyatakan bahwa kampus-kampus telah menyusun rencana aksi bersama untuk mengidentifikasi isu dan rencana pengembangan riset. "Kami sangat mendukung kerjasama ini dan berkomitmen mendukung PECI Center serta mengonsolidasikan para pakar dan peneliti untuk menciptakan koeksistensi manusia dan gajah di Lansekap Peusangan," ucapnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan praktik baik untuk konservasi Gajah Sumatra dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan di Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.