Erwin, bandar narkoba yang diduga terkait kasus mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, ditangkap saat hendak melarikan diri ke Malaysia. Polisi mengamankan Erwin dan dua orang lainnya yang diduga membantu proses pelarian tersebut. Erwin diduga sebagai pemasok narkoba dan dana kepada AKBP Didik, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba.
Kepala Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, menyatakan bahwa Erwin sempat melakukan perlawanan saat penangkapan, tetapi dapat segera dikendalikan oleh petugas. Erwin diduga merupakan bandar sabu kelas kakap di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi pemasok dana dan narkotika kepada AKBP Didik.
Detail Penangkapan
- Erwin ditangkap saat akan menyeberang menggunakan kapal tujuan Malaysia.
- Dua orang lainnya, A alias Y dan R alias K, juga diamankan oleh polisi.
- A ditangkap di Riau, sementara R diamankan di Tanjung Balai bersama Erwin.
Keterkaitan dengan Kasus Narkoba
- Erwin diduga menyerahkan sabu seberat 488 gram di Hotel Marina Inn, Kota Bima, pada akhir 2025.
- Uang suap senilai Rp1 miliar diduga diberikan untuk membantu memenuhi permintaan atasan AKP Malaungi, yakni AKBP Didik, yang menginginkan mobil Toyota Alphard keluaran terbaru senilai Rp1,8 miliar.
- AKBP Didik dan AKP Malaungi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba tersebut.
Penyidikan dan Sanksi
- AKBP Didik dijerat dengan Pasal 609 ayat 2 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
- AKBP Didik telah dipecat dari Polri dengan sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).
- Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik guna mengungkap jaringan dan aliran dana yang terlibat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.