Timeline Aceh

Farhan, 17 Tahun, Luka Seumur Hidup di Tubuh Seorang Anak di Aceh

12 Februari 2026 15:35

Farhan, 17 Tahun, Luka Seumur Hidup di Tubuh Seorang Anak di Aceh

Farhan (17) tidak pernah benar-benar mengenal arti rumah sejak ia dilahirkan. Anak penyandang disabilitas fisik dan disabilitas intelektual ini lahir dari hubungan rumit, dan sejak bayi telah menanggung beban kekerasan yang tidak pernah ia pahami. Tubuhnya yang rapuh menjadi saksi bisu penyiksaan, pengabaian, dan luka-luka yang kelak membentuk nasib hidupnya hingga hari ini.

Kekerasan yang dialami Farhan di usia dini bukan hanya meninggalkan bekas pada tubuhnya, tetapi juga merusak kondisi mental dan perkembangan intelektualnya. Ia tumbuh dalam keadaan yang tidak pernah memberi ruang aman bagi seorang anak. Tanpa perlindungan keluarga, Farhan menjalani hidup yang terombang-ambing, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, seperti manusia tanpa arah dan tanpa tujuan.

Perjalanan Hidup Farhan

  • Farhan berpindah dari Sigli hingga Pidie Jaya, tanpa catatan pasti bagaimana ia bisa sampai ke sana.
  • Ia ditampung di Panti Asuhan Bustanul Aitam, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya.
  • Pengasuh panti, Tgk Nasruddin, merawat Farhan dengan segala keterbatasan.
  • Farhan mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan perawatan khusus.

Bantuan Terbatas dan Banjir Bandang

  • Panti Bustanul Aitam menerima bantuan terbatas dari Dinas Sosial, tetapi bantuan tersebut terhenti setelah pergantian kepemimpinan.
  • Banjir bandang melanda wilayah tersebut, merusak hampir seluruh fasilitas panti.
  • Tgk Nasruddin mengaku tidak lagi sanggup membiayai perawatan Farhan yang membutuhkan penanganan khusus secara berkelanjutan.

Harapan Tgk Nasruddin

  • Tgk Nasruddin memohon perhatian serius dari Dinas Sosial dan pihak terkait agar Farhan kembali berada dalam tanggung jawab negara.
  • Ia berharap pada kepedulian negara dan masyarakat untuk memberikan perawatan yang layak dan bermartabat bagi Farhan.

Kisah Farhan adalah potret nyata tentang rapuhnya sistem perlindungan terhadap anak-anak disabilitas yang hidup tanpa keluarga dan tanpa jaring pengaman sosial yang memadai. Di balik angka-angka dan laporan administratif, ada kehidupan manusia yang sedang bertarung untuk bertahan. Melalui kisah ini, kita diajak untuk tidak berpaling. Uluran tangan para dermawan, perhatian pemerintah, dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar Farhan tidak kembali menjadi anak yang terlupakan. Sebab setiap anak, dalam kondisi apa pun, berhak atas hidup yang layak, aman, dan penuh martabat.

Farhan, 17 Tahun, Luka Seumur Hidup di Tubuh Seorang Anak di Aceh
0123456789