Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Gampong Bucue Pidie: Situs Sejarah dan Perjuangan Melawan Kolonial Belanda

4 hari yang lalu

Gampong Bucue di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh, menyimpan sejarah panjang yang mencerminkan perjalanan budaya dan perjuangan masyarakat Aceh. Kampung ini memiliki dua situs sejarah abad ke-13, termasuk kuburan lama dan kolam tua yang masih terawat. Selain itu, Gampong Bucue juga dikenal sebagai pusat perlawanan melawan Belanda pada masa perang total (1873–1903).

Warga Gampong Bucue masih menjaga tradisi khanduri blang setahun sekali di makam Teungku Raja Imum. Kampung ini juga memiliki masjid bersejarah yang diberi nama Masjid Al Huda pada awal tahun 1970-an. Selain itu, Gampong Bucue dikenal dengan kesenian rapai pulot dan tradisi membaca Dalail Khairat yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Situs Sejarah dan Perjuangan

  • Kuburan lama dan kolam tua: Terletak di Meunasah Jambee, situs ini merupakan bukti sejarah abad ke-13 yang masih terawat.
  • Masjid Al Huda: Masjid bersejarah yang dibangun pada awal tahun 1970-an, mencerminkan tradisi keagamaan yang kuat di Gampong Bucue.
  • Perlawanan melawan Belanda: Gampong Bucue menjadi salah satu pusat perlawanan melawan Belanda, dengan dua benteng gerilyawan yang dikenal sebagai "Ureueng Muslimin".

Tradisi dan Kesenian

  • Khanduri blang: Tradisi setahun sekali yang masih dijaga oleh warga Gampong Bucue.
  • Rapai pulot: Kesenian tradisional yang terkenal di Meunasah Pi, dengan penari yang mampu mengambil uang koin dengan lidah.
  • Dalail Khairat: Tradisi membaca Dalail Khairat yang masih dilestarikan, dengan acara bergilir pada malam Senin dan Jumat.

Gampong Bucue tidak hanya menyimpan sejarah panjang, tetapi juga menjaga tradisi dan kesenian yang mencerminkan kekayaan budaya Aceh. Kampung ini menjadi contoh bagaimana masyarakat Aceh menjaga warisan sejarah dan budaya mereka.

Gampong Bucue Pidie: Situs Sejarah dan Perjuangan Melawan Kolonial Belanda
0123456789